Informasi Haji dan Umrah

    Kemenag: Penerbangan Satu Arah untuk Efisiensi


    Rindu Ke Baitullah, JAKARTA -- Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Abdul Djamil mengatakan diterapkannya pola penerbangan satu arah untuk kedatangan dan kepulangan jamaah haji Indonesia pada musim haji 2015 dikarenakan pertimbangan efisiensi dan kepraktisan. Dengan pola penerbangan ini, diharapkan dapat mengurangi kelelahan jamaah haji.

    Ia menjelasakan, jika gelombang pertama jamaah haji masih ada yang diterbangkan ke Jeddah maka harus ada penyiapan transportasi dari Jeddah ke Madinah yang memakan waktu hingga enam jam.  Hal ini akan menambah persoalan baru terkait transportasi darat dan juga kondisi fisik jamaah haji. 
    Untuk itu, tujuan kedatangan gelombang pertama di Madinah agar jarak dari bandara madinah ke pemodokan lebih dekat sehingga akan efisen dari segi waktu dan biaya. Jika pola ini tidak diterpakan maka pada saat kepulangan,  33 ribu jamaah haji harus transit di Jeddah. Ditambah lagi, di Jeddah sudah tidak boleh lagi ada jamaah haji transit karena bukan kota perhajian.

    Dengan pola satu arah ini maka seluruh gelombang pertama jamaah haji akan mendarat di madinah dan pada saat bertolak ke tanah air dari Jeddah. Sedangkan untuk keseluruhan gelombang kedua, akan mendarat di jeddah dan bertolak ke tanah air dari Madinah.

    "Iya, jadi aspeknya itu unsur kepraktisan dan mengurangi kelelahan jamaah. Pertimbangannya efisiensi," ujar Abdul Djamil (Republika.co.id)

    Kemenag Survei Kesiapan Penerapan Pola Baru Penerbangan Haji


    Rindu Ke Baitullah, JAKARTA -- Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Abdul Djamil mengatakan, Kementerian Agama telah melakukan survei terkait kondisi bandara sebelum memutuskan untuk menerapkan pola ini. Ia mengatakan, saat ini di Madinah sudah terdapat bandara baru yang akan diresmikan pada awal maret mendatang. Bandara tersebut bernama Prince Muhammad bin Abdul Aziz. 
    "Dengan adanya bandara baru ini maka tidak perlu dikawatirkan bahwa kapasits bandara madinah tidak akan cukup untuk menampung jamaah haji Indonesia baik untuk kedatangan ataupun kepulangan. Sedangkan untuk di Jeddah, kapasitas bandara memang besar," kata dia.

    Ia menambahkan, usulan pola penerbangan satu arah ini sudah mendapat dukungan dari semua pihak termasuk dari kementerian haji Arab Saudi dan bandara madinah. Negara Arab Saudi juga menyatakan kesiapaannya untuk menerapkan pola penerbangan ini pada musim haji 2015.
    Sebelumnya, pemerintah mengusulkan evaluasi pola penerbangan haji dengan pertimbangan efisiensi. Pertimbangan lainnya, dengan pola penerbangan ini maka diharapkan dapat mengurangi kelelahan jamaah haji.(Republika.co.id)

    Kisah Gadis Inggris Jadi Mualaf dari Alquran Pinjaman

    Kini dia memutuskan untuk memakai hijab.
    Rindu Ke Baitullah- Clare adalah seorang mualaf dari Reading, Inggris. Ia mempelajari Islam selama 3 tahun dan memutuskan untuk menjadi mualaf pada 2002 saat usianya masih 19 tahun.
    Semasa kanak-kanak, Clare sudah mengenal muslim melalui teman-temannya. Saat itu, ia sering diundang untuk buka puasa.
    Namun saat menginjak remaja, Clare mulai mempertanyakan tentang Islam. Seperti mengapa ibu temannya memakai kerudung atau mengapa harus puasa dan tidak minum alkohol.
    Selama ini Clare tidak memakan mentah-mentah penjelasan mereka karena selalu dihubungkan dengan keyakinan.
    Namun salah satu pecakapan yang menyentuh Clare adalah saat teman-temannya menjelaskan Tuhan hanya satu yaitu Allah. Clare semakin terperangah saat mendengar bahwa Islam juga percaya nabi-nabi seperti Adam, Nuh, Musa, Yusuf, Ibrahim dan lainnya.
    Clare memutuskan untuk menemukan sumber untuk mencari tahu keyakinan yang asing baginya itu. Dia kemudian meminjam Alquran terjemahan Bahasa Inggris dan selama liburan musim panas, dia membacanya.
    Clare benar-benar terkejut karena dalam beberapa hal ada kemiripan dengan keyakinannya. Clare tidak berpikir untuk berubah keyakinan atau agama. Dia hanya tertarik mengapa teman-teman muslimnya mengikuti agama ini dan memegangnya dengan teguh.
    Beberapa waktu kemudian, Ramadan telah datang dan dia bertekad akan puasa satu hari. Clare merasakan puasa satu hari ternyata sulit.
    Tapi berkat dorongan teman-temannya, Clare berpuasa satu minggu. Puasa adalah pengalaman yang aneh bagi Clare karena di saat memiliki kemampuan dan sarana untuk makan atau minum, muslim justru tidak melakukannya.
    Tapi Clare melihat sisi positif dari puasa yang disebutnya seperti menetapkan target dan kemudian mencapainya. Dia berpikir itu seperti aktivitas pengembangan pribadi.
    Clare pun menghormati dan memahami Islam, dan dia juga mulai mempercayainya. Tidak hanya dari segi keimanan saja, Clare juga belajar Islam dari sisi politik, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Meski tidak berat seperti mata kuliah di universitas, hal itu memperdalam pengetahuan Clare tentang Islam.
    Saat liburan, Clare menjadi sedih ketika terjadi serangan teroris 11 September di menara kembar WTC di New York. Dia terkejut saat berita-berita menyebutkan pelaku serangan adalah teroris yang mengatasnamakan Islam.
    Clare bahkan sempat berdebat dengan kakaknya bahwa pelaku bukan muslim. Karena Clare pernah membaca dalam Alquran bahwa membunuh satu kehidupan seolah-olah telah membunuh semua umat manusia dan sebaliknya.
    Dia merasa benar-benar terluka tentang berita-berita yang dikabarkan. Dia pergi ke kamar dan berlutut seraya berkata dalam bahasa Arab 'Saya percaya hanya ada satu Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan terakhir-Nya'. Clare percaya Islam tapi dia belum tahu dan yakin dia bisa menjalankan gaya hidup muslim.
    Namun Clare mulai berhenti mengkonsumi alkohol dan daging babi. Namun dia masih ragu untuk mengenakan hijab.
    Saat memberi tahu keluarganya bahwa dia kini mengadopsi gaya hidup muslim, keluarganya tidak bisa menerimanya. Namun itu tidak terlalu lama dan tidak menjadi hal yang dibesar-besarkan.
    Setelah mantap bahwa keluarganya mulai bisa menerimanya, Clare memutuskan pergi ke masjid di kotanya untuk benar-benar menjadi seorang muslim.
    Dia akhirnya mengucapkan kalimat syahadat yang sudah dilakukannya 10 bulan sebelumnya. Sejak mengucapkan syahadat di masjid itu, Clare memutuskan untuk memakai hijab.
    Sejak saat itu, Clare terus-menerus belajar hal-hal baru. Dia juga bersyukur telah diberkati bantuan teman-teman dan sekarang dukungan dari keluarganya. Clare telah berkembang dan tumbuh sebagai seorang muslim yang sebenarnya. (Dream.co.id)

    Yerusalem Masuk Daftar Tempat Ziarah Haji dan Umrah


    Rindu Ke Baitullah, ISTANBUL -- Otoritas Urusan Agama Turki berencana memasukkan Yerusalem dalam daftar tempat ziarah yang dikunjungi jamaah Turki yang melaksanakan umrah dan haji.

    Hal ini dikatakan Kepala Otoritas Urusan Agama Turki, Mehmet Görmez dalam agenda evaluasi ibadah haji tahunan di Istanbul, Turki.  Menurut Mehmet, sejak lama Yerusalem menjadi tempat berziarah dalam sejarah Turki meski tidak dalam masa-masa sekarang ini.

    "Kami telah mengacuhkan Yerusalem dan menyerahkannya pada negara lain (Israel), tapi Yerusalem bukanlah milik mereka, melainkan milik umat Islam," tutur Gormez seperti dilasir Daily Sabah Turkey,Senin (29/12).

    "Yerusalem merupakan rumah para nabi lagi tempat yang suci. Leluhur kami senantiasa berkunjung ke sana ketika hendak pergi ke Ka'bah, Namun kita telah melupakannya, Itu salah," tuturnya.

    Ia mengatakan para pejabat Otoritas Agama Turki akan melakukan kunjungan ke Yerusalem minggu depan. Tujuannya untuk melihat kemungkinan jamaah Turki agar bisa singgah saat melaksanakan umrah.

    "Kami berencana melakukan kunjungan, bekerjasama dengan Kementrian Luar Negri dan Instansi terkait lainnya serta melakukan hubungan Internasional agar menjadi pertimbangan,'' ujarnya.
    Namun, dia belum tahu apa rute jamaah melakukan ziarah nantinya akan melalui Yordania atau ke tempat lainnya. ''Yang pasti, kami akan menawarkan kesempatan ini terlebih dahulu kepada para jamaah," tuturnya.

    Yerusalem menjadi tempat berdirinya Masjid Al Aqsa, salah satu tempat tersuci dalam Islam. Namun untuk akses menuju Al Aqsa, kaum muslim harus tunduk karena larangan keras pemerintah Israel.

    Hubungan Turki dengan Israel sempat tegang setelah serangan keji dilakukan Israel pada kapal Turki hal ini menuai kritik dari pemimpin pemerintah Turki sekaligus serangan warga Paestina.

    Meski demikian belum dapat dipastikan bagaimana respon Israel atas permintaan Turki agar memperbolehkan peziarah Turki datang ke Yerusalem khususnya ke Masjid Al Aqsa.(republika.co.id)

    Jamaah Umrah Doakan Penumpang Air Asia


    Rindu Ke Baitullah, JAKARTA -- Jamaah umrah asal Indonesia yang saat ini berada di Tanah Suci, Arab Saudi, prihatin dengan musibah yang menimpa para penumpang pesawat Air Asia jurusan Surabaya-Singapura yang hilang kontak Ahad (28/12).

    ''Kami sangat prihatin dengan musibah yang menimpa penumpang Pesawat Air Asia yang hingga kini belum ditemukan,'' ungkap Mohammad Rocky, penasehat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) kepada Republika melalui sambungan internasional, Senin (29/12).

    Bersama 120 jamaah umrah akhir tahun yang diberangkatkan Maktour, penyelenggara haji dan umrah khusus, Rocky mendoakan para penumpang Pesawat Air Asia dan juga para keluarga semoga diberikan kesabaran dan kekuatan.

    ''Dengan dipandu seorang muthawwif, Abdullah Junaidi, yang selama ini tinggal di Tanah Suci, para jamaah umrah dengan penuh khusyuk sambil bersimpuh di depan Ka'bah, kami mendoakan keselamatan para penumpang Air Asia serta para keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran,'' papar Rocky.

    Rocky berharap musibah yang menimpa pesawat Air Asia, tidak terulang lagi. Dia mengaku sangat mengapresiasi kesigapan dan kesungguhan pemerintah dalam upaya mencari pesawat Air Asia. Termasuk dukungan sejumlah negara untuk mencari pesawat Air Asia.

    Menyinggung suasana Masjidil Haram menjelang akhir tahun, Mohammad Rocky menjelaskan, saat ini begitu banyak jamaah umrah yang datang dari berbagai negara memadati Masjidil Haram.
    ''Beberapa hari menjelang datangnya tahun baru, Masjidil Haram dipadati jamaah umrah dari berbagai negara,'' ungkap Rocky menerangkan.(Republika.co.id)

    Kakek Misterius Getarkan Hati Penumpang Kereta

    Kakek itu menolak dengan sopan pemberian selembar uang Rp 100 ribu dari seorang pemuda. "Agamaku melarangku menjadi seorang pengemis yang menengadahkan tangan menunggu bantuan," kata kakek itu.
    Rindu Ke Baitullah- Ini kisah tentang pasangan tua yang menumpang kereta dari Stasiun Jakarta Kota. Pasangan ini duduk di bangku, berbagi dengan penumpang lain dalam gerbong yang melaju ke arah Depok itu.

    Namun, ada yang sangat mengganggu. Kakek dan nenek yang tak diketahui namanya ini sungguh berbau. Sehingga, menilik dari pakaian yang kumal dan bau yang menyengat itu, penumpang lain mengira pasangan ini adalah pengemis.

    Saking baunya, banyak penumpang tak tahan duduk di dekatnya. Bahkan ada perempuan yang semula duduk di samping mereka keluar gerbong dan muntah sejadi-jadinya.
    Lantas, masuklah pemuda berdandan necis. Pemuda itu duduk di sebelah pasangan lanjut usia itu. Seolah tak terganggu dengan bau, pemuda itu terlibat obrolan panjang dengan sang kakek. Sementara kereta perlahan bergerak meninggalkan Stasiun Kota.

    Dari percakapan itu, pemuda ini tahu bahwa kakek dan nenek ini akan turun di Stasiun Gondangdia. Sehingga, saat dekat stasiun itu, pemuda itu merogoh saku. Mengeluarkan selembar uang Rp 100 ribu dan mengulurkannya ke kakek itu.

    “Pak, saya punya sedikit rezeki buat Bapak dan Ibu, mungkin bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup Bapak dan Ibu beberapa hari ke depan,” demikian kata pemuda itu.
    Kakek itu hanya terdiam. Sesaat kemudian, bibir keriputnya mengeluarkan penolakan halus. Sebuah jawaban yang menggetarkan hati penumpang di gerbong itu.

    “Sungguh agamaku melarangku menjadi seorang pengemis yang menengadahkan tangan menunggu bantuan uang dari si tuan kaya raya, kuyakin Tuhanku Maha Kaya, sangat kaya,” kata kakek itu.
    “Saya tahu niat Ananda adalah untuk membantu kami, dan sungguh saya yakin bahwa Allah lah yang telah mengirimmu kepada kami. Namun mohon maaf.......”

    Jawaban itu membuat orang-orang di sampingnya terperangah. Kemudian bapak itu pun melangkahkan kakinya turun ke Stasiun Gondangdia bersama istrinya.(dream.co.id)

Sastra Islami