Tempat Bersejarah

Informasi Haji dan Umrah

    Tempat-Tempat Bersejarah di Kota Makkah (1)




    Rindu ke Baitullah – Ada beberapa tempat bersejarah di Makkah yang merupakan tempat kejadian beberapa 
    peristiwa keislaman pada zaman Nabi SAW. Banyak sekali diantara para peziarah yang datang ke Tanah Suci tertarik untuk mengunjunginya. Namun perlu dipahami, tempat-tempat tersebut tidaklah mempunyai keutamaan seperti Masjidil Haram yang digunakan untuk tawaf atau shalat di dalamnya.

    Jadi, orang yang mengunjungi tempat-tempat itu untuk sekadar mengenang peristiwa atau mengambil pelajaran darinya. Hal tersebut tidaklah dilarang jika hanya sebatas untuk bertamasya dan mengenang peristiwa sejarah. Sedangkan orang yang mengunjunginya untuk tujuan beribadah dan melakukan beberapa ritual haji di sana, hal inilah yang dilarang. Apalagi sampai menganggap bahwa mengunjungi tempat-tempat tersebut adalah suatu keharusan dan bahagian dari manasik haji. Atau sampai berlamassuh dan tabarruk (meminta berkah melalui wasilah tempat tersebut). Hal ini tentu sangat melenceng dari sunah Nabi SAW. Tindakan lamassuh dan tabarruk selain di Baitullah merupakan bid’ah yang munkar, yang tidak pernah dilakukan oleh siapa pun dari para sahabat maupun tabi’in. Sedangkan berdoa kepada selain Allah, meskipun kepada pemimpin dan pamungkas para rasul, itu merupakan tindakan yang disepakati oleh para ulama sebagai syirik akbar. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari melakukan hal-hal tersebut.

     Menurut catatan sejarah, tempat-tempat bersejarah yang berada di kota Makkah tersebut di antaranya:

    1.       Tempat kelahiran Rasulullah. 
       
          Dari sisi historis, disebutkan Beliau SAW dilahirkan pada Tahun Gajah, yaitu 53 tahun sebelum hijrah. Tempat yang bernama Syi’ib Abi Thalib yang sekarang terkenal dengan Syi’ib Ali adalah tempat yang telah diubah menjadi sebuah perpustakaan. Pembangunan perpustakaan tersebut dilakukan Pemerintah Arab Saudi yang bertujuan menghindarkan orang-orang yang datang untuk tujuan bertabarruk dan melakukan hal-hal bid’ah di sana.

    2.       Rumah Siti Khadijah RA
          rumah-nabi-sayyidah-khadijah-tempat-mereka-berdua-tinggal-selama-25-tahun-pun-dibongkar.jpg (400×298)
          Terletak di kampung Qusyasyiah. Tempat tersebut sekarang di pasar Sugh yang telah diubah menjadi sebuah sekolah putri.

    3.       Gua Hira. 
          
          Tempat ini berada di puncak gunung Hira. Di sanalah turun wahyu pertama kepada Nabi Saw.
    4.       Masjid Jin.
          
          disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa konon bangsa Jin berkumpul di sana dan Nabi SAW menyampaikan risalah dan berdakwah kepada mereka.

    5.       Masjid Syajarah 
          
          berada di sisi masjid jin, menyertai Masjidil Haram. Para sejarawan Makkah meriwayatkan beberapa hadis yang menyebutkan bahwa Nabi SAW pernah memanggil sebatang pohon, lalu pohon itu mendatangi beliau dengan cara akar-akarnya berjalan di dalam tanah. Kemudian beliau memintanya untuk bersaksi bahwa belum adalah seorang Nabi, maka dia pun bersaksi. Selanjutnya beliau menyuruhnya untuk kembali ke tempatnya semula, maka dia pun kembali.

    6.       Gua Tsur. 
          
          Gua yang sangat masyhur tersebut adalah gua yang dipergunakan Rasulullah SAW untuk bersembunyi ketika Beliau berhijrah ke Madinah.

    7.       Masjid Aqabah,
          
          yaitu tempat Rasulullah SAW melakukan baiat terhadap kaum Anshar, sebelum beliau hijrah.
    8.       Masjid Fath,
          yang diklaim oleh para penduduk daerah Jurhum bahwa di masjid merekalah Rasulullah SAW dahulu melakukan shalat pada malam Fath (penaklukan Kota Makkah)

    9.       Muttakak,
          
          yaitu sebuah tempat di Ajyad kecil.
    10.   Masjid Tariim, 
          
          tempat di mana Aisyah RA memulai umrah atas perintah Rasulullah SAW.
    11.   Masjid Dzi Thuwa
          
          di Jarwal yang masih tetap dikenal. Sumur Thuwa banyak dikunjungi orang, sementara masjidnya hanya dikenal melalui naskah-naskah, sehingga orang awam tidak banyak yang mengetahuinya.
    12.   Masjid An-Nur,
          yang diklaim bahwa Rasulullah SAW pemah melakukan shalat di sana.
    13.  Masjid Rayah di Gazza.
          
          Lokasinya berhadapan dengan syi’ib Amir. Tempat ini  banyak disebut di dalam sejarah Kota Makkah.
      


    Masjid Pertama di Kuba dan Tanda Pelaut Muslim Temukan Amerika

    Bangunan tersebut didirikan tepat di mana Christopher Columbus disebutkan pernah melihat masjid berdiri di Kuba beberapa abad yang lalu.
    Rindu Ke Baitullah- Pemerintah Kuba menyediakan sebidang tanah untuk pembangunan masjid di Havana. Bangunan itu didirikan tepat di mana Christopher Columbus disebutkan pernah melihat masjid berdiri di Kuba beberapa abad yang lalu.

    Tanah seluas 2 hektar tersebut terletak di distrik Havanan Lama dan siap untuk dibangun masjid di atasnya, seperti yang diusulkan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pekan lalu.
    "Pembangunan masjid itu merupakan proyek prioritas kami dan itu terwujud berkat kunjungan bilateral muslim Turki dan Kuba," Mustafa Tutkun, pejabat di Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) kepada Daily Vatan, pekan kemarin.

    Ditambahkan Tutkun, Diyanet telah bernegoisasi soal kemungkinan kerja sama pembangunan masjid antara pemerintah Kuba dan Turki. "Tanah untuk pembangunan masjid bahkan sudah disediakan."

    Mengenai konstruksi dan struktur masjid, Tutkun mengatakan desainnya akan diambil dari Masjid Ortakoy di Istanbul. "Kami akan membangun sebuah masjid yang mirip dengan Masjid Ortakoy."

    Sementara itu untuk dana pembangunan masjid, Diyanet sudah menyiapkannya. Tapi pemerintah Kuba meminta negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang menyiapkan dananya.

    "Kami sebenarnya sudah siap untuk mendanai pembangunan masjid tersebut," kata Tutkun.
    Rencana pembangunan masjid pertama di Kuba itu telah diumumkan pekan lalu oleh Erdogan, yang menyebut bahwa daratan Amerika ditemukan oleh pelaut muslim 300 tahun sebelum ekspedisi laut Christopher Columbus.

    Erdogan mendasarkan pernyataannya itu pada sebuah buku harian Columbus yang mengatakan ada masjid di sebuah bukit di Kuba. Namun klaimnya itu justru jadi bahan ejekan dunia Barat dan beberapa media Turki.

    Tak terima, Erdogan balik menyerang dengan mengatakan muslim memang benar-benar telah menemukan Amerika sebelum Columbus. Dia juga menyebut yang mencemoohnya adalah sekelompok orang yang tidak punya kepercayaan diri.

    Erdogan bahkan mendesak sekolah-sekolah di Turki untuk mengajarkan tentang kehebatan ilmuwan-ilmuwan muslim. (Dream.co.id)

    Menguak Misteri Heracleion, Kota Bawah Laut Mesir

    Inilah kota legendaris yang tenggelam di dasar Laut Mediterrania 1.200 tahun silam. Kota ini berabad-abad hanya menjadi legenda, sebelum akhirnya ditemukan pada tahun 2000.
    Rindu Ke Baitullah - Thonis-Heracleion. Inilah kota legendaris yang tenggelam di dasar Laut Mediterrania 1.200 tahun silam. Kota ini berabad-abad hanya menjadi legenda, sebelum akhirnya ditemukan pada tahun 2000.
    Dikutip Dream dari laman Mirror, Selasa 25 November 2014, kota ini ditemukan dalam sebuah survei di pantai utara Mesir. Sejak awal abad ke-21 itu, peneliti sedikit demi sedikit menguak bagian demi bagian kota yang penah hilang itu.
    Arkeolong bawah laut, Frank Goddio, dan timnya menemukan kota ini setelah melakukan penelitian selama tiga tahun. Menurut dia, penemuan ini merupakan awal untuk mengungkap Kota Thonis-Heracleion secara utuh.
    “Kita mungkin harus melanjutkan pekerjaan ini untuk 200 tahun mendatang untuk memunculkan dan memahami Thonis-Heracleion secara utuh,” tutur Goddio


    Salah satu temuan terbaik dari Teluk Aboukir ini adalah patung Ratu Ptolemaic yang terbuat dari batu gelap. Patung ini diduga sebagai representasi dari Cleopatra II atau III, yang berpakaian Dewi Isis.
    Damian Robinson, ilmuwan dari Oxford University, mengatakan kota ini luar biasa. “Kami sekarang mulai melihat beberapa daerah yang lebih menarik di dalamnya untuk mencoba memahami kehidupan di sana,” tutur Robinson.
    “Kami mendapatkan gambaran kekayaan kota ini, seperti perdagangan yang terjadi di sana dan sifat dari ekonomi maritim di periode akhir Mesir,” tutur dia.


    Para arkeolog telah menemukan 64 kapal, koin emas, dan patung raksasa berukuran 16 kaki. Batu bertuliskan huruf Yunani dan Mesir kuno juga telah diangkat ke permukaan.
    Selain itu juga ditemukan patung Hapi, dewa masyarakat Mesir kuno. Patung ini berukuran 5,4 meter dan terbuat dari granit. Batu Dewa Banjir Sungai Nil ini merupakan patung terbesar yang pernah ditemukan, sehingga tempat ini diduga sebagai wilayah yang sangat penting pada zaman dulu.

    Sebelum menghilang, kota ini berada di mulut delta Sungai Nil. Hingga kini para ilmuwan masih belum tahu pasti apa yang menyebabkan kota yang dibangun pada abad ke-8 sebelum Masehi ini tengelam sekitar 1.200 tahun silam.
    Namun salah satu teori menyebut kota ini tenggelam karena terjadi rob atau naiknya air laut ke daratan. Ditambah lagi amblesnya sedimen yang menopang kota ini hingga 12 meter. Teori lain menyebut kota ini musnah karena terjadi bencana alam lain.
    Kota ini diyakini sebagai tempat terdamparnya Paris dan Helen of Troy karena melarikan diri dari kejaran Menelaus yang dibakar api cemburu, sebelum dimulainya perang Troya. (Dream.co.id)

    Menguak Sejarah Tokyo Camii, Masjid Tertua di Jepang

    Uniknya, Masjid Tokyo tidak mengandalkan bantuan dana pemerintah Jepang dalam pengoperasian dan pemeliharaannya.
    Rindu Ke Baitullah - Tokyo Camii atau Masjid Tokyo adalah salah satu masjid tertua yang dibangun di 1930an oleh migran muslim yang datang ke Jepang. Kala itu adalah masa di mana Jepang kedatangan migran muslim dalam jumlah besar dan masjid pertama mulai didirikan.

    Selain Masjid Tokyo, Jepang juga memiliki dua masjid tua lainnya, yakni Masjid Nagoya dan Masjid Kobe. Masjid Nagoya adalah masjid pertama yang dibangun oleh komunitas muslim di Jepang pada 1931. Sementara Masjid Kobe didirikan pada 1935 oleh migran muslim asal India.

    Masjid Tokyo dibangun oleh migran muslim Tatar yang melarikan diri saat terjadi revolusi komunis di Rusia pada 1930an. Mereka adalah kelompok migran muslim terbesar di Jepang dan membangun Masjid Tokyo pada 1938.

    Uniknya, Masjid Tokyo tidak mengandalkan bantuan dana pemerintah Jepang dalam pengoperasian dan pemeliharaannya.

    Saat renovasi pada 2000 selesai, semua dana ditanggung pemerintah Turki. Tidak hanya sebagai pusat keagamaan, Masjid Tokyo juga difungsikan sebagai tempat menyelenggarakan pernikahan, peragaan busana, pertunjukkan, pameran dan konferensi.

    Remaja masjid juga aktif di dalam Masjid Tokyo. Yuai International School menyelenggarakan kelas-kelas seperti membaca Alquran, mengenal Islam, karate dan kaligrafi. Sekolah tersebut dijalankan oleh Islamic Center of Japan (IJC), sebuah lembaga muslim yang didirikan pada 1966.

    Jumlah muslim di Jepang belum diketahui dengan pasti. Namun menurut catatan tak resmi, terdapat 70 ribu hingga 120 ribu muslim tinggal di Jepang dan 10 persen di antaranya adalah orang Jepang asli.

    Komite Hak Asasi Manusia untuk PBB mencatat Jepang melakukan pengawasan secara sistematis terhadap warga muslim dan masjid-masjid.

    Pengenalan terhadap Islam dimulai pada awal periode Meiji (1868-1890), saat misi perdagangan dan pertukaran informasi dilakukan dengan Kekaisaran Ottoman dan Timur Tengah.

    Muslim masuk ke Jepang untuk pertama kalinya saat pedagang dan pelaut muslim India dan Melayu bersandar di kota-kota pelabuhan Jepang seperti Yokohama dan Kobe.(dream.co.id)

    Kota Tua Jeddah, Eksotis Tapi `Merana`

    Bangunan-bangunan di Kota Tua Jeddah peninggalan Ottoman tak terawat. Namun demikian, kawasan Jeddah Tua ini masih sangat eksotik untuk dikunjungi apalagi saat senja.
    Rindu Ke Baitullah - Kota Jeddah adalah kota pelabuhan utama di Arab Saudi, didirikan pada tahun 647 M oleh Khalifah Utsman bin Affan yang menyatakan Jeddah sebagai pintu gerbang masuk ke dua Tanah Suci yaitu Makkah dan Madinah.

    Dalam catatan sejarah pada tahun 1516 M perkembangan kota Jeddah menarik perhatian armada ‘Lopo Soares de Albergaria Portugis’ untuk menguasai kota Jeddah. Namun niat itu tidak terlaksana karena pasukan Portugis kalah dengan pasukan Kerajaan Utsmaniyah (Ottoman) dalam pertempuran di Laut Merah.

    Pada masa kepemimpinan Kerajaan Ottoman inilah Jeddah mulai dibangun, termasuk membangun beberapa tembok sebagai benteng perlindungan di beberapa kawasan pintu masuk Jeddah yang masih terkenal hingga sekarang, yaitu : Bab Syarief (tembok gerbang Syarief, kawasan balad) berada disebelah selatan, Bab Makkah (tembok gerbang Makkah, Mecca street) berada disebelah timur, Bab Madinah (tembok gerbang Madinah, Medina street) berada disebelah utara, dan Bab Bahrul Ahmar (tembok gerbang yang langsung menghadap laut) berada di sebelah barat.
    Setelah kerajaan Ottoman jatuh pada tahun 1915, tembok-tembok kokoh pun ikut runtuh. Namun sisa-sisa peninggalan masa kejayaan Turki di Jeddah masih terlihat sampai hari ini. Yaitu perkampungan tua di tengah kota Jeddah, berupa rumah dari tanah dan karang dihiasi balkon kayu, merupakan   satu-satunya peninggalan arsitektur tradisional Hijaz atau Semenanjung Arab bagian barat.

    Kawasan ini dikenal dengan sebutan Jeddah Historical District, dan sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia melalui keputusan World Heritage Committee ke-38 UNESCO di Doha.
    Namun demikian, terlihat kawasan ini belum mendapat perlindungan yang maksimal dari pemerintah Arab Saudi. Tidak ada upaya restorasi ataupun peraturan pemerintah yang melindungi kawasan kota tua ini.
    Sebagai akibatnya, seperempat rumah-rumah di distrik seluas 0,25 kilometer itu telah ambruk, terbakar, atau dihancurkan dalam 10 tahun terakhir karena pemilik rumah tidak sanggup membiayai renovasi yang mahal. Selain itu, iklim yang lembab di Jeddah pun membuat biaya perawatan sangat tinggi.

    Kawasan bangunan yang dulunya merupakan pusat perkantoran dan tempat tinggal pedagang terkaya di Jeddah sudah banyak beralih fungsi. Ada beberapa bangunan yang masih dipertahankan seperti bentuk awalnya, namun banyak juga yang sudah beralih fungsi menjadi pertokoan, permukiman kumuh warga negara asing dan banyak yang sudah dirobohkan ataupun roboh dengan sendirinya.

    Padahal kalau saja kawasan Jeddah Historical District ini dikelola kembali oleh pemerintah Jeddah akan menjadi kawasan wisata andalan dan kebangaan kota Jeddah. Namun demikian, kawasan Jeddah Tua ini masih sangat eksotik untuk dikunjungi apalagi saat senja. (Sumber: Kementerian Agama) (Dream.co.id)

    Masjid-Masjid Bersejarah di Madinah: Masjid Ar-Rayah

    Masjid Ar-Rayah di Madinah, Arab Saudi.


    Rindu Ke Baitullah, Masjid ini berada di atas gunung kecil Ar-Rayah atau Gunung Dzibab, berada dekat di bagian utara Gunung Sila’.

    Diriwayatkan bahwa dinamakan Masjid Ar-Rayah karena pada Perang Ahzab, kubah Rasulullah dipasang di atas masjid itu.

    Masjid Ar-Rayah dinamakan juga dengan Masjid Dzibab karena dinisbahkan pada seorang pria Yaman yang datang ke Madinah pada masa Gubernur Marwan bin Al-Hakam dan membunuh salah seorang pegawai pemerintah. Dia kemudian dihukum mati dan disalib di atas Gunung Dzibab.

    Informasi tentang masjid ini tidak begitu banyak. Di antaranya adalah masjid itu dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz, dihancurkan pada abad ke-3 H, dibangun kembali oleh Gubernur Janbek tahun 845 H.

    Kementerian Wakaf Arab Saudi sangat memerhatikan dan menjaga arsitektur klasiknya agar tetap menjadi simbol sejarah. Panjangnya mencapai 4 meter dan tingginya mencapai 6 meter. Di bagian atasnya terdapat kubah.(Republika.co.id)



    Haji `Tempo Doeloe`

    Rindu Ke Baitullah - Pelaksanaan ibadah haji semakin berkembang dari tahun ke tahun. Tak semudah saat ini. Dulu kala, saat moda transportasi belum berkembang, jamaah haji dari berbagai penjuru dunia harus melakukan perjalanan darat maupun laut.

    Sejumlah foto langka yang menggambarkan pelaksanaan ibadah haji tempo dulu dimuat oleh laman limfeed.com. Dalam foto-foto itu terlihat bagaimana sarana dan prasarana di Tanah Suci masih sangat sederhana.

    Pada tahun 1953, sudah ada jamaah haji yang datang ke Tanah Suci dengan menumpang pesawat terbang. Namun, bandara yang digunakan untuk mendarat juga masih sangat minim fasilitas.
    Sementara, banyak jamaah haji yang terlihat datang dengan menumpang kapal laut. Mereka datang dari berbagai belahan dunia.

    Tak banyak mobil lalu lalang kala itu. Transportasi masih banyak menggunakan kuda maupun keledai. Mal-mal pun belum tumbuh. Hanya pasar tradisional yang mencukupi kebutuhan jamaah haji. (Sumber: Limfeed.Dream.co.id)

    Sejarah dan Fakta Menarik tentang 'Baju' Kabah

    Dengan berat lebih dari 670 kilogram, kiswah dihias dengan bordiran ayat-ayat Alquran dalam bentuk kaligrafi. Dikerjakan lebih dari 200 seniman berbakat menggunakan benang emas dan perak murni.
    Rindu Ke Baitullah- Jutaan orang muslim melakukan perjalanan setiap tahun ke Mekah untuk berdoa di dalam Masjidil Haram dan mengunjungi rumah Allah, Kabah. Dan setiap tahun, sesuai tradisi selama haji, pada hari ke-9 bulan Islam, Ka'bah mendapat kiswah baru, yaitu penutup yang terbuat dari sutra murni.

    Dengan berat lebih dari 670 kilogram, kiswah dihias dengan bordiran ayat-ayat Alquran dalam bentuk kaligrafi. Hiasan tersebut dikerjakan oleh lebih dari 200 seniman berbakat menggunakan benang emas dan perak murni. Itulah cuplikan dari buku terbaru tentang kiswah, Islamic Textiles, from the Sharjah Museum of Islamic Civilization, yang diterbitkan oleh Sharjah Museum Department.
    Dijual seharga Dh70 di toko museum, buku setebal 76 halaman itu dirancang dalam warna hitam dan emas. Di dalamnya bercerita tentang beberapa tekstil yang paling suci dan penting dari Mekah dan Madinah, serta dari periode Ottoman, Turki dan Mesir.

    Saat mengagumi keindahan dan kesucian kiswah, seringkali jamaah tidak memiliki kesempatan untuk membaca apa yang telah ditulis di sepanjang penutup Kabah. Karena ratusan umat saling mendorong untuk menyentuh Al Hajar Al Aswad, batu hitam di sudut timur Ka'bah itu.
    Bagian-bagian dari kain memiliki desain berbeda dan cerita yang berbeda. Misalnya, tirai untuk pintu Kabah dikenal sebagai sitara, burdah atau burqu, dan merupakan salah satu bagian paling rumit dari kiswah.
    Penampilan sitara telah berubah sedikit selama berabad-abad, disulam dengan tulisan doa kepada Allah, permohonan dan ayat-ayat Alquran. Pada dua panel bawah, yang terbungkus bingkai persegi panjang, terdapat tulisan nama orang yang menyulam kiswah.

    Manal Ataya, Direktur Jenderal Departemen Museum Sharjah, mengatakan buku itu telah dirilis sebagai bagian dari kontribusi departemen untuk perayaan Sharjah sebagai Ibukota Kebudayaan Islam pada 2014.
    "Pada saat yang sama, buku itu menawarkan banyak informasi menarik tentang tekstil yang muslim temukan ketika mengunjungi tempat-tempat suci Mekah dan Madinah selama musim haji dan Umrah."
    Pembuat 'Baju' Kabah

    Kebiasaan untuk memberi 'baju baru' pada Ka'bah setiap tahun dimulai pada 1927. Pendiri Arab Saudi, Raja Abdul Aziz, memerintahkan pendirian pabrik yang didedikasikan untuk pembuatan kiswah di Mekah.
    "Awalnya, tekstil berharga dan mewah dikirim ke Ka'bah dari seluruh dunia Islam. Di bawah Mamluk, pusat pembuatan tekstil utama adalah di Mesir dan Suriah, kemudian di bawah Ottoman, bergabunglah para pembuat kiswah di Bursa dan Istanbul. Sejak awal abad 20, semua tekstil agama untuk tempat-tempat suci dibuat di Makkah," Ataya menguraikan.

    Sejak 1962, pabrik Umm al-Joud di Makkah telah menjadi pusat pembuatan kiswah paling terkenal. Salah satu tekstil menarik lainnya adalah tas simbolis berwarna hijau dari bahan sutra yang diproduksi mulai 1987 sebagai tempat menaruh kunci Kabah.
    Selama berabad-abad, tas khusus tersebut telah disiapkan setiap tahun bersama-sama dengan kiswah. Tas kunci tersebut diserahkan kepada perwakilan paling senior dari Bani Shayba, keturunan langsung dari Utsman bin Thalhah, orang yang dipilih oleh Nabi Muhammad untuk menjaga kunci Ka'bah "sampai hari kiamat".

    Istimewa
    Dibuat secara eksklusif untuk tempat suci Mekah dan Madinah, tekstil Islam sangat dihormati, dijaga ketat, diawetkan dan disimpan setelah digunakan. Tekstil tertua di Museum Sharjah terkait dengan Mekah dan Madinah berasal dari abad 17 dan 18. Dibuat dengan sutra halus dari Bursa dan Istanbul, keduanya digunakan untuk menutupi Ka'bah dan makam Nabi Muhammad di Madinah.

    Fakta menarik lainnya adalah kiswah tidak selalu hitam. Pada zaman awal Islam, Ka'bah bisa ditutupi dengan berbagai tekstil mewah dan berwarna selain hitam. Penggunaan kain hitam diadopsi pada abad ke-12. Hal ini juga diasumsikan bahwa sekitar waktu itu belt [Hizam] sekitar bagian atas Kabah mulai disematkan.
    Skema warna yang berbeda seperti saat ini (hitam, emas dan perak) mulai diperkenalkan pada awal abad 20 di bawah pemerintahan Saudi. (Dream.Co.Id)

    3 Negara Muslim Ini Punya Menara Jam Terindah di Dunia

    Jazirah Arab adalah 'rumah' bagi beberapa menara jam paling indah di dunia.

    Rindu Ke Baitullah- Lebanon, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab adalah 'rumah' bagi beberapa menara jam paling indah di dunia.
    Dari 17 rumah jam yang disisir The Telegraph, menara jam Hamidiyyeh di Beirut menempati posisi ke delapan. Disusul menara jam Makkah Royal Hotel di urutan kesembilan dan menara jam Deira di Uni Emirat Arab di posisi 15.
    Menara jam Hamidiyyeh yang dibangun menghadap gedung parlemen Lebanon di Downtown Beirut di bangun pada 1897. Kemudian direkonstruksi setelah terjadi perang saudara pada 1975-1990 di negara itu.


    Menara jam Makkah Royal Hotel adalah yang tertinggi di dunia. Dengan tinggi 600 meter, menara jam ini mendominasi sebuah kompleks bangunan milik pemerintah di ibukota Saudi. Tak hanya tertinggi di dunia, jam ini juga memiliki diameter terpanjang di dunia yang mencapai 43 meter.


    Sementara menara jam Deira atau Dubai Clocktower adalah bangunan tertua di Emirat. Monumen ini dibangun lebih dari empat dekade lalu. Dubai Clocktower memiliki struktur beton Sixties yang anggun berbentuk busur dan kedua ujungnya mengarah ke arah jam yang berbentuk kotak.
    Tak diragukan lagi, menara jam Big Ben di London mengambil posisi pertama. Sebenarnya nama yang tepat adalah Elizabeth Tower. Big Ben sendiri adalah nama dari bel yang ada di dalam menara yang dipasang pada 1859. (Ism.Dream.Co.Id)
     

    Bekas Istana Penguasa Arab Disulap Jadi Hotel Super-Mewah


    Rindu Ke Baitullah - Sebuah bangunan bersejarah di tepi Teluk Arab yang semula dibangun sebagai istana untuk penguasa Abu Dhabi, disulap menjadi hotel yang menawarkan aneka kemewahan. Adalah perusahaan perhotelan global Swiss-Belhotel International yang menyulap bangunan itu untuk memperluas jaringan bisnisnya di Timur Tengah.

    Diberi nama Swiss-Belresort Ghantoot, Chairman dan President Swiss-Belhotel International, Gavin Faull M, mengatakan, properti ini adalah tambahan berharga untuk portofolio perusahaan. "Ini adalah properti yang indah dan patut dilestarikan," katanya seperti dikutip Dream dari laman Arabianbusiness, Rabu, 27 Agustus 2014.

    Resor yang arsitekturnya baru saja diperbaharui ini mempertontonkan kemewahan dan gaya Arab. Hal ini terlihat dari dinding berwarna keemasan, kubah, balkon yang luas dan ruangan yang banyak.


    Tak hanya itu, bekas istana ini juga menawarkan klub kesehatan dengan lapangan squash, ruang olahraga, tenis meja, dan biliar. Termasuk juga ruang untuk sauna dan jacuzzi dengan sarana pijat yang disediakan terapis profesional.
    Resor ini merupakan salah satu dari tujuh hotel yang akan dibuka Swiss-Belhotel pada 2015. Hotel lainnya adalah Swiss-Belhotel Seef di Bahrain, Swiss-Belinn Ghurbrah di Oman, Swiss-Belhotel Riyadh di Arab Saudi dan Swiss-Belhotel Erbil di Irak.



    Swiss-Belhotel International saat ini mengoperasikan Swiss-Belhotel Plaza di Kuwait, Swiss-Belhotel Doha di Qatar dan Swiss-Belhotel Seef di Bahrain.
    Perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu mengatakan akan mengungkap 20 hotel lainnya tahun ini.
    "Swiss-Belhotel International berada tengah-tengah periode menarik dari pertumbuhan di Timur Tengah, dengan tiga hotel lainnya direncanakan akan diluncurkan sebelum akhir tahun depan. Dan pertumbuhan kami di sana melengkapi kemajuan bisnis global kami." (Ism. Dream.co.id
    )

    Uhud: Magnet Bagi Jamaah Umrah Saat Ramadhan

    MADINAH–Bulan ramadhan menjadi magnet umat islam untuk datang berziarah maupun ibadah ke kota suci Madinah, banyak orang mengunjungi situs bersejarah di kota itu, termasuk situs tempat  kala terjadi perang Uhud pada masa Nabi Muhammad (saw) 625 (3 H).
    Ribuan orang mengunjungi bukit Uhud, banyak penduduk lokal mengambil kesempatan untuk mendirikan kios-kios untuk menjual cinderamata, parfum, manik-manik, herbal, buku, Alquran, kalender, minuman ringan dan es krim.
    Nurul Haq Siraj, seorang jamaah Umrah asal Pakistan, mengatakan ia membeli beberapa rempah-rempah dan rosario. “Sungguh menakjubkan cara mereka mengemas barang di sini, belum lagi keragaman barang yang dijual,” katanya.
    Khaled Ibrahim, seorang peziarah Umrah dari Mesir, bergegas  mengunjungi kios-kios usai berziarah ke makam para sahabat Nabi yang menjadi shuhada dalam perang Uhud. “Saya membeli beberapa pernik bebatuan. Saya juga berfoto di tempat itu. Foto ini akan mengingatkan saya bahwa saya pernah berkunjung ke tempat ini dan diharapkan akan mengingatkan saya tentang ziarah saya ketika saya kembali di masa mendatang, “katanya.
    Di satu sisi berdiri tegak gunung Uhud yang dahulu menjadi medan perang, sementara di sisi lain berdiri sebuah bukit yang berbatu-batu, disitulah sekelompok fotografer mengambil gambar para peziarah.
    “Banyak peziarah yang ingin memiliki foto mereka diambil di sini untuk mengingatkan mereka dari tempat ini. bukit ini terkenal dan memiliki banyak makna sejarah, “kata Khaled Al-Matarfi.
    “Kami memasang tarif untuk satu foto SR 10  dan SR 15 untuk dua foto. Meskipun kamera ponsel telah mengakibatkan penurunan bisnis kami, namun kami masih bisa mendapatkan antara SR 300 sampai SR 200 sehari, “katanya.
    Perang Uhud adalah pertempuran kedua antara orang-orang kafir dari Makkah dan Muslim dari Madinah, dimana sebelumnya telah didahului  Perang Badar (624 M / 2 H) di mana pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih kecil dapat mengalahkan pasukan Mekah yang jauh lebih besar.
    Selama Pertempuran Uhud, Nabi Muhammad (SAW) bersama 50 pemanah dan Abdullah bin Jubair berada di bukit Gunung Uhud untuk memastikan musuh tidak menyerang kaum Muslim dari belakang.
    Nabi memerintahkan agar 50 orang ini menjaga kaum muslim dan mencegah musuh melewati celah gunung, dan tidak meninggalkan tempat ini dalam situasi kalah atau menang.
    Selama pertempuran, setiap kali musuh mencoba menyerang dari belakang, para pemanah dapat memukul mundur. Musuh membuat strategi baru dengan membuang senjata mereka di satu tempat dan mereka mundur dari pertempuran. Saat itulah para pasukan elite terpancing dan turun untuk mengumpulkan barang rampasan perang.
    Namun, pada saat yang sama kavaleri musuh yang dipimpin oleh Khaled bin Walid, yang pada waktu itu belum bisa menerima Islam, menyerang kaum Muslim dari belakang datang dari balik bukit itu.
    Kala itu merupakan kemunduran besar bagi umat Islam Madinah, perang yang mengakibatkan banyak pengorbanan sahabat terkemuka Nabi, termasuk paman Nabi yaitu Hamzah dan Abdullah bin Jubair. Arabnews/Slamet Riyanto
    - See more at: http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/uhud-magnet-bagi-jamaah-umrah-saat-ramadhan/#sthash.gqeaaIJD.dpuf

    Jabal Tsur, Pelindung Rasulullah dari Kafir Quraisy

    Memandang ke arah selatan dari Masjidil Haram di Kota Makkah, akan tampak barisan bukit batu terhampar memanjang. Berjarak lima kilometer dari Kota Makkah, barisan bukit batu tersebut adalah Jabal Tsur, perbukitan tertinggi di Makkah Al-Mukarromah.

    Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys.

    Kala itu, tahun 622 Masehi, Rasulullah Muhammad SAW berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif. Namun, kaum kafir Quraisy yang tak menginginkan ajaran Muhammad menyebar ke luar Makkah, melakukan pengejaran untuk menghalangi niat Rasulullah.

    Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.

    Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua.

    Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.

    Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.

    Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.””

    Dulu, saat musim haji banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun, kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan naik ke Jabal Tsur.

    Jamaah kini hanya bisa menyaksikan Jabal Tsur dari bawah bukit. Bila jamaah kebetulah ikut rombongan yang melakukan rangkaian ziarah di Kota Makkah, maka bus pembawa rombongan akan berhenti di bawah bukit Jabal Tsur. Pemandu ziarah biasanya akan menceritakan sejarah peristiwa di zaman Rasulullah yang terjadi di Jabal Tsur.

    Sambil mendengarkan penjelasan pemandu ziarah, jamaah bisa mendokumentasikan momentum berada di Jabal Tsur dengan latar belakang puncak bukit Jabal Tsur. Ada pula unta-unta yang bisa disewa untuk sekadar berkeliling dan berfoto di areal kaki bukit Jabal Tsur. Sayang, jamaah tak bisa naik melongok lokasi Gua Tsur. Kalau dulu, jamaah yang berfisik kuat biasanya memaksakan naik ke Gua Tsur dan melakukan shalat sunah di dalam gua. ismail ed:m as”adi/yto -

    Sumber : http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/jabal-tsur-pelindung-rasulullah-dari-kafir-quraisy/#sthash.7rZwP8pF.dpuf

    Sejarah Pembangunan Baitul Haram

    Masjidil Haram (ilustrasi). Foto: Blogspot.com
    Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imran: 96-97).

    Kedua ayat ini mengisyaratkan dengan jelas bahwa rumah ibadah yang dibangun pertama kali di bumi adalah Baitullah. Kedua ayat ini pun menjelaskan tentang keeucian dan kehormatan yang terdapat padanya, beserta berbagai petunjuk, bukti, dan jejak yang ada padanya. Di antaranya adalah Maqam Ibrahim.
    Al-Mawardi meriwayatkan dari Atha’, dari Ibnu Abbas, bahwa tatkala Adam diturunkan dari surga ke bumi, Allah SWT berfirman kepadanya, “Wahai Adam, pergilah dan dirikanlah sebuah rumah untuk-Ku. Lalu berthawaflah padanya. Sebutlah nama-Ku di dekatnya, sebagaimana engkau saksikan para malaikat melakukannya di seputar Arsy.”

    Adam pun memijakkan kakinya di muka bumi. Setiap tepat yang dilewatinya kelak menjadi wilayah-wilayah yang berpenghuni. Ketika Adam sampai di lokasi Baitullah yang suci, Jibril memukulkan kedua sayapnya di bumi. Lalu, menyembullah fondasi yang tertancap erat dari atas lapisan bumi yang ketujuh. Para malaikat melemparkan kepadanya batu berat yang tidak akan sanggup diangkat oleh 30 orang laki-laki. Kemudian Adam membangun Baitullah dengan batu yang berasal dari lima gunung: Hira, Thur Sina, Lebanon, Jud, dan Thur Zait. Sedangkan batu pertamanya berasal dari gunung Hira.

    Sebagian riwayat menyatakan, telah diturunkan sebuah kemah dari surga untuk Adam. Kemah tersebut dipasang di lokasi Ka’bah agar Adam dapat tinggal di dalamnya dan berthawaf di sekelilingnya. Kemah tersebut tetap berada di sana sampai Adam wafat. Setelah itu, barulah Allah mengangkatnya. Riwayat ini disampaikan melalui jalur Wahb bin Munabbih.

    Dalam riwayat lain disebutkan bahwa telah diturunkan bersamanya Baitullah. Di sanalah Adam dan anak cucunya yang beriman melakukan thawaf. Namun, ketika bumi tenggelam oleh air bah, Allah mengangkat Baitullah ke langit. Baitullah itulah yang disebut dengan Baitul Ma’mur. Riwayat ini berasal dari Qatadah seperti yang ditulis Al-Halimi dalam kitabnya, Minhaj Ad-Din.

    Al-Halimi mengatakan bahwa pengertian yang dikatakan Qatadah tentang ‘telah diturunkan Baitullah bersama Adam’ yakni diturunkan pula bersamanya ukuran rumah yang dibangun, baik panjang, lebar, maupun tingginya. Kemudian diperintahkan kepada Adam, “Bangunlah sesuai dengan ukurannya. Perhatikan posisinya, yaitu sekitar lokasi Ka’bah.”

    Dia pun membangunnya di sana. Inilah pembangunan yang dilakukan Adam, dan kelak akan diteruskan oleh Ibrahim.

    Redaktur: Chairul Akhmad Sumber: Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth


    Sumber : http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/sejarah-pembangunan-baitul-haram/#sthash.5364HhKy.dpuf

    Masjid Quba: Rasul yang Mendesain dan Ikut Memikul Batu Batanya

    Masjid Quba (Republika/Tommy Tamtomo)
    Menunaikan ibadah haji, tak lengkap tanpa berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di tanah suci kelahiran para nabi. Di Madinah, masjid Quba merupakan salah satu masjid yang sayang sekali untuk dilewatkan. Inilah masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad SAW. Rasul yang mendesain masjid ini, bahkan ikut pula memikul batu bata dalam proses pembangunannya. 

    Masjid Quba merupakan salah satu dari tiga masjid yang disebutkan dalam Alquran, selain Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. 

    Alquran surat At-taubah 108 mencatat bahwa masjid Quba didirikan atas dasar takwa. “Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri”. (Surat At-taubah : 108) 

    Masjid Quba terletak di perkampungan Quba, kira-kira 5 kilometer dari arah tenggara kota Madinah. Ini adalah masjid bersejarah karena dibangun oleh nabi Muhammad, yang ikut memikul batu bata saat pembangunannya. Ketika itu, Senin 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 M, para sahabat membawa bahan bangunan yang lain, sementraa Rosul memikul batu bata. 

    Masjid dengan luas tanah sekitar 5.035 meter persegi ini awalnya merupakan tanah bekas kebun korma milik seorang sahabat Rasulullah. Ketika pertama dibangun, masjid ini hanya memiliki luas 1.200 meter persegi. Di sinilah tonggak pertama syiar Islam yang bakal menerangi seluruh dunia dengan cahaya Ilahiah. 

    Ketika pembangunan masjid ini selesai, Rosul mengimami shalat selama 20 hari. Semasa hidupnya, lelaki yang dijuluki Al-Amin ini selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Nabi wafat, para sahabat menziarahi masjid ini dan melakukan salat di sana. 

    Shalat di masjid Quba memiliki keutamaan. Menurut hadits nabi yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhum, ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”. 

    Masjid Quba telah beberapa kali mengalami renovasi. Sebelum diperluas, pada zaman Rasulullah, masjid ini hanya memiliki luas 1.200 meter persegi. Menara masjid setinggi 47 meter dibangun pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. 

    Buku berjudul “Sejarah Madinah Munawarah” karangan Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani menyebutkan masjid Quba telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan hingga memiliki daya tampung 20 ribu jamaah ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal. Saat ini, yang bertanggung jawab atas renovasi masjid adalah keluarga Saud. 

    Kini masjid ini memiliki 19 pintu, terdiri dari tiga pintu utama dan 16 pintu lain. Dua pintu utama disediakan bagi jamaah laki-laki dan satu pintu untuk jamaah perempuan untuk memasuki masjid. 

    Reporter: Dwi Murdaningsih, dari berbagai sumber - 

    Sumber : http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/masjid-quba-rasul-yang-mendesain-dan-ikut-memikul-batu-batanya/#sthash.GBEJmCsV.dpuf

Sastra Islami