Ver

Informasi Haji dan Umrah

    Pertama Kali, Jaringan Toserba Terkenal Inggris Jual Hijab Islami untuk Seragam Sekolah

    Departement stores John Lewis di London (wikipedia.org)
    Jaringan toserba John Lewis, yang dikategorikan department stores terbesar dan terkenal di Inggris, untuk pertama kalinya meluncurkan penjualan hijab islami dalam daftar pakaian-pakaian sekolah yang dijualnya, sebagai persiapan dimulainya kegiatan sekolah di Inggris bulan depan, sebagaimana dikutip Islam Memo (17/8/2014).

    Penjualan tersebut dilakukan setelah perusahaan John Lewis menandatangani kontrak dengan dua sekolah berbeda di Inggris guna menyiapkan pakaian seragam lengkap dengan hijabnya untuk para siswinya. Hijab dengan warna putih dijual di toko John Lewis dengan harga 9 pounsterling Inggris atau sekitar 12 dolar AS.

    Pihak humas John Lewis ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut menyatakan bahwa isunya sederhana yaitu untuk memenuhi pesanan dan permintaan konsumen. Pihaknya dipercaya untuk menyiapkan pakaian seragam untuk 350 sekolah dan berupaya profesional memenuhi permintaan tersebut, termasuk kebutuhan siswi muslimah terhadap hijab.

    Dalam hal ini, penjualan hijab oleh jaringan John Lewis termasuk yang pertama dilakukan oleh perusahaan pakaian di Inggris. Perkembangan tersebut mendapat perhatian, terutama setelah pemakaian hijab di kalangan siswi muslimah mendapat sorotan masyarakat sekuler Inggris antara dinilai bertentangan dengan peraturan sekolah atau bagian dari hak-hak siswi muslimah. (islammemo/rem/dakwatuna)


    Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/18/55909/pertama-kali-jaringan-toserba-terkenal-inggris-jual-hijab-islami-untuk-seragam-sekolah/#ixzz3AjFVSQKj 

    Erdogan Resmi Dinyatakan Menang

    Ketua komisi pemilihan umum, Sadi Güven, menyerahkan piagam kemenangan Erdogan kepada ketua parlemen, Cemil Çiçek (Anadolu)
    Komisi pemilihan umum Turki mengumumkan secara resmi kemenangan kandidat presiden yang dicalonkan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK-Parti), Recep Tayyip Erdogan, dalam pemilu presiden 2014.

    Melalui situs resminya, komisi menyatakan bahwa Erdogan menang dengan Perolehan 51.79% suara. Jauh melampaui kandidat lain, Ekmeledin Ihsanuoglu yang memperoleh 38.44% suara, dan Selahattin Demirtaş yang memperoleh 9.76% suara.
    Sementara itu, ketua komisi, Sadi Güven, menyerahkan piagam kemenangan Erdogan kepada ketua parlemen, Cemil Çiçek, kemarin di kantor kepada parlemen.

    Dalam pernyataannya, Çiçek berharap pemilu presiden ini membawa banyak kebaikan kepada rakyat, negara, kehidupan demokrasi, dan juga Erdogan yang menjadi presiden Turki ke 12, dan presiden Turki pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat. (msa/dakwatuna/anadolu)


    Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/16/55834/erdogan-resmi-dinyatakan-menang/#ixzz3AjA1HDzT 

    Kemenlu RI: Palestina Harus Merdeka!

    suasana konpres program SKDI, yang kali ini bertema Lets ACT Indonesia (dok ACT)

    Direktur Urusan Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) Febrian A Ruddyad, menyatakan isu Palestina adalah isu hutang Indonesia atas bangsa-bangsa terjajah di dunia. Amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia harus ikut aktif menghapuskan segala bentuk penjajahan di muka bumi.
    “ Saat ini nyata Palestina telah menjadi bangsa yang terjajah. Memerdekakan Palestina adalah hutang konstitusi kita, “ Febrian saat memaparkan materinya di konferes pers Peluncuran Program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI), yang bertajuk: Let’s ACT Indonesia for Palestine, di Auditorium Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (12/8/2014).
    Acara tersebut di hadiri beberapa tokoh dari berbagai kalangan di antaranya: Ustadz Bachtiar Nasir (Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia/MIUMI), Peggy Melati Sukma (artis/fungsionaris Akhwat Bergerak), Dian Pelangi (model/hijaber), Elidawati (Elzata), Ustadz Amir Faishol dan ustadz KH. Ahmad Mubarok (Badan Pengelola Masjid Istiqlal), Imam Akbari dan Ibnu Khajar (Perwakilan dari ACT).  
    Menurut Febrian, ada dua tragedi yang terjadi di Palestina yaitu: tragedi kemanusiaan dan tragedi politik. Tragedi kemanusiaan menurut Febrian adalah seperti masyarakat dunia saat ini ketahui, sedangkan tragedi politik adalah dimana ada satu penjajahan akan selalu diikuti oleh pelanggaran HAM, kekerasan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
    “ Jelas bagi Indonesia, sampai kapan pun tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebelum kita melihat satu negara Palestina merdeka!” tegasnya.
    Febrian mengutarakan ada 4 pilar dukungan Indonesia terhadap Palestina yaitu: Pertama, mendukung terbentuknya negara Palestina merdeka yang objektif. Yaitu memiliki pemerintah, memiliki penduduk, memiliki wilayah yang batas-batasnya diakui oleh negara-negara dunia.
    Kedua, menginginkan Palestina untuk memiliki status Internasional yang memiliki pengakuan masyarakat internasional. Ketiga,mendukung adanya kapasitas dan kemampuan apabila nanti negara Palestina merdeka, yaitu dapat memiliki juga kemampuan mengelola negara. Keempat, tetap memberikan tekanan kepada negara yang menjajah Palestina untuk memberikan kemerdekaan.
    Tekanan ini bermacam-macam diantaranya dengan tidak membuka hubungan diplomatik, tidak membeli barang produk penjajah (Israel) dan tekanan ini diperluas kepada negara-negara sponsor atau sekutu Israel.
    “Tekanan ini yang harus gencar kita lakukan, karena seperti kita tahu bahwa tekanan dari pemerintah Indonesia hanya sebatas formalitas, tapi di luar ini masyarakat Indonesia bisa membantu memberikan tekanan-tekanan ini,” ujar Febrian.     
    Menurutnya semakin kuat memberikan tekanan akan semakin baik, maka masalah ini tidak hanya selesai dengan gencatan senjata. Gencatan senjata tidak akan menyelesaikan masalah kalau masalah intinya yaitu kemerdekaan Palestina tidak terselesaikan.
    “Nanti kita akan melihat ada tragedi Gaza berikutnya setiap tahunnya, kalau masalah inti yaitu kemerdekaan Palestina tidak terjadi,” pungkasnya. (Muhajir/ACT.or.id)

    Hamas: Kemenangan Erdogan, Kemenangan Palestina

    Khalid Misy’al, Erdogan dan Ismail Haniyyah (Palestine Today)



    Gerakan perlawanan Islam (Harakah Muqawamah Islamiyah/Hamas) di Gaza memberikan ucapan selamat atas kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu presiden Turki 2014 yang berlangsung Ahad (10/8/2014) yang lalu.

    Pada keterangan persnya, Senin (11/8/2014) kemarin disebutkan, “Dari hati yang dalam, Hamas mengucapkan selamat atas kemenangan Recep Tayyip Erdogan atas kemenangannya dalam pilpres Turki. Kemenangan Erdogan adalah kemenangan Palestina, Gaza, Al-Quds dan Ramallah.”

    Hamas juga sangat menghargai sikap-sikap Erdogan masalah Palestina. Sikap-sikap itu dikatakan sebagai sikap yang jujur dan murni.

    Sementara itu, anggota biro politik Hamas, Izzat Rasyq, menulis status dalam akun facebooknya, “Dari hati dan penuh kecintaan, kami mengucapkan selamat atas kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu presiden Turki. Karena beliau kemarin telah mengucapkan ‘Hari ini Al-Quds, Gaza dan Ramallah mendapatkan kemenangan’, kami pun saat ini mengucapkan bahwa seluruh Palestina berbahagia dan memberkati kemenanganmu. Kami semua sangat menghargai sikap-sikap jujurmu dalam membela Palestina.” (msa/dakwatuna/almoslim)


    Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/12/55685/hamas-kemenangan-erdogan-kemenangan-palestina/#ixzz3AFemEm9d 

Sastra Islami